| Langkang Betunas photo by Maradu |
Akses Transportasi
Untuk menuju Desa Tanjung Beulang akses transportasi yang
dapat di gunakan dengan kendaraan umum menggunakan jalur transportasi darat
dari pontianak langsung ke Tumbang Titi menggunakan kendaraan roda
empat atau roda dua dengan waktu tempuh sekitar 7-8 jam perjalanan. Untuk
melanjutkan ke Desa Tanjung Beulang bisa menggunakan kendaran roda dua
dengan jarak tempuh dari Tumbang Titi ke Desa Tanjung Beulang
kurang lebih 21 km. Jalan dari tumbang titi ke Desa Tanjung Beulang
sebagian besar sudah cukup baik di mulai dari Tumbang Titi menuju Desa
Serengkah sekitar 19 KM sedangkan dari Desa Serengkah menuju Desa Tanjung
Beulang masih berupa tanah kuning dan pada saat musim hujan sangat
sulit di lalui dengan kondisi geografis jalan yang licin dan terjal.
Pemanfaatan Lahan
Tata
guna lahan di Desa Tanjung
Beulang
mayoritas diperuntukkan untuk perkebunan karet
masyarakat, perladangan dan pemukiman. Masyarakat Desa Tanjung Beulang telah membagi wilayahnya
menjadi kawasan budidaya
untuk tanaman pangan dengan sistem pertanian ladang dan perkebunan campur yang
di dominasi dengan tanaman karet dan masih ada sedikit areal hutan yang
dipertahankan.Dengan Kondisi alam dan geografis yang mayoritas adalah dataran
tinggi membuat masyarakat lebih memilih ladang gilir balik yang lokasinya
adalah di wilayah perbukitan yang selanjutnya setelah di ladangai sebagianakan
di tanmi dengan tanaman karet, dan buah – buahan.
Sosial Ekonomi
Kehidupan masyarakat Tanjung Beulang di topang dari
lahan pertanian intensif yang ditanami tanaman padi ladang, sayur-sayuran dan
hasil dari kebun campur. Selain mengandalkan tanaman pertanian
berupa padi sebagai sumber penghidupan masyarakat juga menjadikan hasil hutan
berupa buah – buahan untuk menambah income keluarga. Contoh buah – buahan yang
sekarang menjadi andalan masyarakat adalah buah Jengkol dan durian. Hasil hutan
lain yaitu madu sekarang masyarakat masih menggunakan cara – cara
tradisional untuk pengelolaan dan pemasarannya.
Secara
kelembagaan adat strukturnya terdiri dari demong adat, wakil demong dan di
bantu kadus, RW dan RT. Dalam demong adat sendiri terdiri dari :
- Dormalo (gelar)
- Urang kayo
- Cendaga
- Gemalo
- Kenduruhan
- Gando
- Petinggi
- Patih
- Peti Agung
- Temonggong
- Jayang
- Maspanji
- Masmantir
- Raden Temenggong
- Maskombang
Demong
adat dari masa ke masa
- Pateh Torek
- Nador Agam
- Gemalo Sawal
- Mas Kayo Heranikus Doyan (tahun 1980 – 2003)
Mas Kayo Kanisius Bujang Kardi (tahun 2003 – sekarang)